Schalke yang bermain sebagai tuan rumah sejatinya tidak berada pada posisi yang benar-benar menguntungkan. Pasalnya, penyerang utama mereka Klaas-Jan Huntelaar absen karena cedera ketika bersua dengan Dortmund di Bundesliga. Jadilah Teemu Pukki menggantikan posisi penyerang Belanda dalam duel Galatasaray vs Schalke.

Meski diteror oleh seluruh Veltins-Arena, Galatasaray menciptakan tiga peluang dalam enam menit pertama. Mulai dari tembakan kejutan dari Hamit Altintop hingga dua aksi Didier Drogba. Menit-menit berikutnya, Timo Hildebrand mendapatkan banyak ujian, sedang Fernando Muslera, belum.
Terpanasi oleh gerak Cim Bom-Bom, Schalke malah berhasil unggul di menit 18. Sebuah tendangan sudut harus diblok susah payah oleh Muslera, dan bola muntah mengarah pada Roman Neustadter. Tembakannya melesak ke gawang yang kehilangan penjaganya.
Galatasaray berusaha mengimbangi tuan rumah. Dan yang terjadi malah melebihi harapan. Menit 37 dan 42, mereka membuat dua gol yang membalikkan keadaan! Yang pertama dilakukan oleh Hamit Altintop. Tembakan jarak jauhnya melesak ke gawang Hildebrand. Dan belum juga Schalke bangkit dari sakitnya terbobol, Burak Yilmaz mengejutkan mereka.
Striker maut ini menambah pundi-pundi golnya menjadi 8, setara Cristiano Ronaldo. Berawal dari sapuan di lini belakang Galatasaray, bola lambung dikejar oleh Burak yang mengalahkan Benedikt Howedes. Lalu, dilewatkannya bola dari Hildebrand. Gol, dan klub Turki mencetak gol paling vital di kompetisi ini.
Harus mencetak minimal 2 gol untuk lolos ke babak berikutnya, Jens Keller memasukan Christian Fuchs setelah turun minum. Schalke terus mengejar gol, dan hal itu bisa didapatkan di menit 63. Michel Bastos pelakunya.
Setelah tembakan Marco Hoger mentah, bola gagal diamankan Muslera. Kerjasama Pukki-Atsuto Uchida berakhir dengan umpan sang pemain Jepang kepada Bastos yang menyarangkan gol penyama kedudukan. Veltins Arena terus menegang.
Perjuangan keras Schalke mencapai anti klimaks di ujung pertandingan. Mereka boleh melepaskan 25 tembakan sepanjang pertandingan. Tuan rumah boleh saja unggul telak dalam ball possessions. Namun, Umut Bulut yang baru masuk menit 86 menggantikan Burak Yilmaz mengakhiri perlawanan tuan rumah dengan golnya di menit terakhir.
Susunan Pemain :
Skor akhir 2-3 untuk Galatasaray, dan wakil Turki lolos dengan agregat 4-3. Kejutan tak pernah usai
Schalke (4-2-3-1): Hildebrand; Uchida, Howedes, Matip, Kolasinac; Michel Bastos, Neustadter (Christian Fuchs ’46), Hoger (Meyer ’85), Draxler, Farfan; Pukki (Obasi ’85)
Galatasaray (4-4-2): Muslera; Eboue, Semih (Gökhan Zan ’79), Dany, Riera; Hamit, Selcuk, Melo, Sneijder (Nordin Amrabat ’70); Drogba, Burak Yilmaz (Umut Bulut ’85).
